Minggu, 08 Februari 2015

Siapa Musuhmu

Rasanya tak ingin berburuk sangka terhadap seseorang, dan di agamaku pun tak boleh berburuk sangka. Aku hanya manusia, itu hanya sebuah alasan yang kubuat dalam diriku karena sebenarnya kita bisa menahan semua pemikiran buruk itu.

Siapa musuh terberatmu? entah itu siapa tapi bagiku adalah orang yang paling dekat denganku karena dia akan menghancurkan aku hingga berbentuk debu.

Kembali lagi bahwa ini hanya perasaan aku sesaat, rasanya tangan ini gatal ingin menyadarkannya bahwa dia seharusnya tak menganggap aku musuhnya. Entahlah semua perilakunya hanya kedok semata bagiku, karena dia terlalu sering merendahkan aku dalam segala aspek apapun, dan kupikir dulu biasa saja tapi lambat laun di merasa di atas angin.

Heii sadarlah jika kau tak akan selamanya di atas sodaraku tapi kau pun akan berada di bawah

Bukan kah kau telah mengetahui kata-kata itu, tapi mengapa kau tak pernah mau menyadarinya dan menelaah lebih dalam.

Air tak akan selamanya berwarna bening, air terkadang berubah warnanya sesuai keadaan alam yang berada di sekitarnya. Sama dengan bunglon dia akan merubah warnanya ketika dia berada di lingkungan yang lain.

Angin tak akan selamanya sejuk , mungkin suatu hari angin yang kau anggap enteng itu akan berubah menjadi angin puting beliung yang akan menjatuhkan kau dengan cepatnya tanpa kau sadar jika kau telah jatuh dalam pusaran angin tersebut.

Berhati-hatilah dengan lingkungan sekitarmu, cermatilah orang dengan hatimu jangan hanya kau merasa nyaman kau mempercayainya jangan karena rasa nyaman itu bisa berbalik menjadi rasa yang mencekam tanpa kau sadari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar